1519313136-picsay.jpg

Julukan pengemis biasanya melekat pada orang-orang yang menempati peringkat perekonomian terendah dibawah kelas menengah kebawah, umumnya adalah untuk orang yang tidak mampu yang melakukan kegiatan meminta-minta kepada individu atau kelompok lain.
Banyak orang melakukan kegiatan mengemis biasanya karena beberapa alasan.
Ada yang memang terlahir sejak kecil dengan kondisi tubuh tidak sempurna maka lebih memilih untuk mengemis sebagai cara mencari sumber pendapatan dalam menyambung hidup.
Ada juga karena alasan susahnya mencari kerja atau kurang dapat bersaingnya dalam dunia kerja mengakibatkan invidu tersebut memilih sebagai pengemis dan beragam alasan lain.

Pada suatu hari pasti pernah kita melihat Ibu-Ibu yang sudah tua dengan kondisi pakaian yang kotor dan Kumal. Atau bahkan pernah melihat orang yang seumuran dengan kita dengan kondisi badan segar bugar namun menjadi seorang pengemis. Apakah pernah terpikirkan Sebenarnya mereka benar benar semiskin itu hingga meminta uang kepada orang lain.

Pada kesepakatan kali ini ARN BLOG coba membuat semacam hitungan hitungan sederhana bagaimana membandingkan pendapatan kita dengan seorang pengemis.

Berikut Silahkan Disimak;

Dalam sebulan biasanya kita bekerja selama 26 hari kerja dengan 4 hari sisanya kita libur bekerja.
Jika seandainya pendapatan kita selama sebulan sebesar Rp. 3,600,000.
Apabila kita hitung dalam per 1 hari kerja maka yang kita terima adalah Rp. 138,462/hari.
kita bulatkan saja jadi 139,000.

Terbilang Cukup Tinggi Bila Dirasakan Bahwa Kerja Keras Kita Dalam Bekerja Dibayar Sebesar Rp. 139,000 Per Harinya.

Jika saja seorang pengemis ingin menyaingi pendapatan kita selama sebulan maka sang pengemis haruslah paling sedikit mendapatkan Rp. 139,000/Hari.

"Kasian Dong, Mana Bisa Modal Mengemis Dapat 139 Ribu Sehari. Dapat 100 Ribu Aja Sudah Terbilang Beruntung''.

Oke sekarang kita balik mundur dengan perumpamaan penghasilan kita yang sebesar Rp. 139,000.
Apabila diasumsikan bahwa setiap hari kita bekerja adalah sebanyak 8 jam. Maka jika 139,000 : 8 = 17,375. Dibulatkan jadi 18,000.
Artinya selama per jam ketika bekerja kita dibayar Rp. 18,000.
Lumayan sedikit kan? Apalagi mengingat pekerjaan yang kita lakukan mengharuskan kita sampai jungkir balik selama per 1 jam tersebut.

Sendainya saja dalam per 1 jam seorang pengemis meminta pada 10 orang, dan hanya 5 yang memberi dengan asumsi 1 orang memberi sebesar Rp. 5,000. Maka jika dikalikan 5 jumlanya 25,000.
Asumsi selama per 1 jam adalah 25,000.
Jika dikalikan dengan jumlah jam kerja kita selama 8 jam maka 25,000 x 8 = 200,000.

Apa jadinya Jika Dibandingkan Dengan Jumlah Gaji Kita ?

Jika 25,000/jam x 8 = 200,000.
Maka 200,000/hari x 26 = 5,200,000.


Angka yang lumayan fantasis apabila dibanding dengan gaji yang kita terima selama 1 bulan yang mana berjumlah Rp. 3,600,000.

Hitungan diatas diambil dengan asumsi 40 orang memberi dalam 8 jam, yang mana tiap 1 jam seorang pengemis bertemu dengan 5 orang.

Apakah terbilang susah mendapatkan 5 orang dalam 1 jam ? Tentu tidak. Apalagi jika sang pengemis berada dalam tempat ramai seperti dipasar. Bisa bayangkan selama per 1 jam berapa yang memberi ?.

Postingan Apakah Pengemis Adalah Sebuah Profesi tidak bermaksud pada SARA Ataupun Mengajarkan Bagaimana Menjadi Pengemis namun mencoba memberikan gambaran bahwa sebenarnya Pengemis itu adalah sebuah profesi yang menjanjikan dan tidak bisa dipandang sebelah mata. 5 Juta adalah sebuah pendapatan yang pasti, mungkin realitanya mereka bisa mendapat kisaran diatas 10 juta dalam sebulan.

Banyak sekali fenomena-fenomena oknum pengemis yang mencoba mencari kesempatan dalam kesempitan orang lain.
Mencoba menjadi sosok yang patut dikasihani seperti memoles anggota badan menjadi Seperi cacat permanen, hingga membawa seorang balita untuk dipertontonkan kepada orang banyak.
Tujuannya apa ? Agar orang kasihan dan memberi begitu banyak uangnya kepada sang pengemis tersebut. Terlepas dari apapun alasannya, memanfaatkan empati orang lain untuk mendapatkan sebuah kekayaan adalah tidak benar.

ARN BLOG hanya mencoba memberi saran agar untuk kedepannya kita harus lebih cermat dalam menggelontorkan uang kita kepada orang lain terutama pengemis. apabila kita tidak cermat maka trend oknum pengemis seperti ini akan terus menjamur dan beberapa orang yang awalnya tidak tahu pastinya akan coba mengikuti.
Itulah postingan tentang Apakah Pengemis Adalah Sebuah Profesi

Apabila menurut kalian postingan ini bermanfaat silahkan berkomentar dibawah ini, apabila tidak silahkan abaikan saja atau bisa berikan kritik dibawah.

Sekian Dan Terima Kasih